Dosen FISIP Universitas Malikussaleh, Dr. Alfian, mengapresiasi kepemimpinan Brigjen Pol. Dedy Tabrani yang dinilai mampu mendorong transformasi kepolisian menuju paradigma modern, humanis, dan berbasis partisipasi masyarakat. Dok. Ist.
Acehiklan.com | Lhokseumawe – Dosen Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Dr. Alfian, MA.
menyampaikan apresiasi terhadap sosok Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si yang dinilai berhasil menghadirkan pendekatan baru dalam tubuh kepolisian Indonesia.
Dalam keterangannya, Dr. Alfian, MA menilai bahwa Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si bukan hanya figur aparat penegak hukum, tetapi juga seorang pemikir yang mendorong transformasi paradigma kepolisian ke arah yang lebih modern, humanis, dan berbasis nilai.
“Dedy Tabrani menghadirkan gagasan kepolisian yang tidak semata bertumpu pada kekuatan struktural, tetapi juga pada pembangunan moralitas, integritas, dan kesadaran kolektif. Ini adalah pendekatan yang sangat relevan dengan tantangan sosial hari ini,” ujar Alfian.
Menurutnya, konsep seperti self policing yang didorong Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si menjadi langkah strategis dalam membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat. Dalam perspektif akademik, pendekatan ini sejalan dengan teori community-based policing yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam menjaga ketertiban sosial.
Alfian juga menyoroti pentingnya integrasi nilai spiritual dan etika dalam institusi kepolisian sebagaimana digaungkan oleh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si . Ia menilai pendekatan tersebut mampu memperkuat fondasi internal aparat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
“Di tengah krisis kepercayaan terhadap institusi, pendekatan yang menekankan integritas dan spiritualitas menjadi kunci. bang Dedy Tabrani menawarkan keseimbangan antara sistem modern dan kekuatan nilai, ini jarang dimiliki oleh figur aparat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Alfian menilai bahwa kepemimpinan bang Dedy Tabrani mencerminkan sosok intelektual-praktisi yang mampu menjembatani dunia akademik dan praktik lapangan. Hal ini terlihat dari gagasan-gagasannya yang tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif dalam penanganan persoalan seperti narkotika dan keamanan sosial.
Sebagai akademisi, Alfian berharap pemikiran dan model kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan institusi kepolisian ke depan, khususnya dalam membangun sistem keamanan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
“Ke depan, kita membutuhkan lebih banyak figur seperti Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si —yang tidak hanya kuat dalam tindakan, tetapi juga dalam gagasan,” tutupnya.

0 Komentar