TERKINI

6/recent/ticker-posts

Dinas Sosial Aceh Perkuat Literasi Keuangan untuk Dukung Penyaluran Bansos Non Tunai Tepat Sasaran




Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, membuka Sosialisasi dan Edukasi Elektronifikasi Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) Tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman dan efektivitas penyaluran bantuan sosial.  Banda Aceh (8/7/2026). Dok. Ist.


Acehiklan.com | BANDA ACEH – Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Elektronifikasi Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) serta sejumlah pemangku kepentingan di Aula Teuku Umar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rabu (8/7/2026).

‎Kegiatan tersebut diikuti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Keluarga Penerima Manfaat (KPM), agen bank, serta jajaran Dinas Sosial Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT), sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman, mudah, transparan, dan akuntabel.

‎Dalam sambutannya, Budi Afrizal mengapresiasi Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia, serta seluruh pihak yang terus bersinergi dalam mendukung transformasi digital penyaluran bantuan sosial di Aceh. Menurutnya, sistem penyaluran bantuan secara non tunai merupakan langkah strategis untuk memastikan bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran, cepat, aman, dan akuntabel.

‎Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk memperkuat sistem perlindungan sosial melalui pemanfaatan teknologi digital yang tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial bukan sekadar perubahan sistem pembayaran, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, transparan, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pemerintah Aceh berkomitmen memastikan setiap bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," ujar Budi Afrizal.

‎Meski demikian, ia menilai keberhasilan elektronifikasi bantuan sosial juga harus diimbangi dengan pemerataan akses layanan perbankan hingga ke desa dan gampong.

"Kami berharap ke depan jaringan layanan BSI semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran agen-agen bank di desa maupun gampong perlu terus diperluas sehingga Keluarga Penerima Manfaat tidak harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk mencairkan bantuan sosial. Semakin dekat layanan kepada masyarakat, semakin besar manfaat bantuan yang dapat dirasakan," katanya.

‎Menurut Budi Afrizal, biaya transportasi yang masih harus dikeluarkan sebagian masyarakat untuk mencairkan bantuan menjadi salah satu tantangan, terutama bagi keluarga yang tinggal di wilayah pedesaan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, pendamping sosial, dan agen bank perlu terus diperkuat agar layanan semakin mudah dijangkau.

‎Selain itu, Kepala Dinas Sosial Aceh juga mengingatkan seluruh Keluarga Penerima Manfaat agar menjaga keamanan rekening bantuan sosial dan memanfaatkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Rekening bantuan sosial adalah amanah yang harus dijaga. Jangan sampai disalahgunakan atau dipinjamkan kepada pihak lain untuk aktivitas yang dapat merugikan penerima manfaat. Bantuan pemerintah harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan," tegasnya.

‎Ia juga meminta seluruh pendamping PKH untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan transaksi digital serta pentingnya menjaga rekening bantuan dari berbagai bentuk penyalahgunaan.

‎"Pendamping PKH memiliki peran penting sebagai ujung tombak edukasi di lapangan. Pemahaman yang baik kepada masyarakat akan memperkuat keberhasilan program bantuan sosial sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat," ujarnya.

‎Budi Afrizal berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh, Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia, pemerintah kabupaten/kota, pendamping sosial, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang efektif, transparan, inklusif, dan tepat sasaran.

‎Ia menambahkan, keberhasilan program perlindungan sosial tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian masyarakat, literasi keuangan, serta kemampuan keluarga penerima manfaat dalam mengelola bantuan secara bijaksana guna meningkatkan kesejahteraan.

‎Mengakhiri sambutannya, Budi Afrizal mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga integritas dan akuntabilitas pelaksanaan program bantuan sosial agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

‎"Mari kita bersama menjaga agar bantuan sosial tepat sasaran, tepat guna, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perbankan, pendamping sosial, dan masyarakat, kita optimistis dapat memperkuat perlindungan sosial serta mewujudkan Aceh yang semakin sejahtera," pungkasnya. []




Posting Komentar

0 Komentar