TERKINI

6/recent/ticker-posts

Pemko Banda Aceh Gandeng ILO Kembangkan Program “Kota Parfum”


Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menandatangani kerja sama dengan International Labour Organization bersama Simrin C. Singh untuk mengembangkan program “Kota Parfum”, memperkuat potensi ekonomi berbasis nilam di Banda Aceh. Banda Aceh (23/4/2026). Dok. Ist.

Acehiklan.com | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menjalin kerja sama dengan International Labour Organization (ILO) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung pengembangan Banda Aceh sebagai “Kota Parfum”, Kamis (23/4/2026) di Pendopo Wali Kota.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Direktur ILO Indonesia dan Timor Leste, Simrin C. Singh. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) yang dipimpin Violette Rupanner serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Illiza menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi unggulan daerah, khususnya komoditas nilam. Ia menegaskan, Banda Aceh memiliki kekuatan besar di sektor tersebut dan melalui kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk parfum bernilai tinggi dengan daya saing global.

Sementara itu, Simrin C. Singh menyatakan komitmen ILO dalam mendukung pengembangan ekosistem industri parfum di Banda Aceh. Dukungan tersebut mencakup peningkatan keterampilan tenaga kerja hingga penciptaan lapangan kerja berkelanjutan. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada industri, tetapi juga membuka peluang kerja layak, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari Swiss State Secretariat for Economic Affairs sebagai mitra pembangunan internasional yang berfokus pada penguatan rantai nilai ekonomi lokal agar mampu menembus pasar global.

Melalui kerja sama tersebut, sejumlah program akan segera dijalankan, seperti pelatihan peracikan parfum bagi pelaku usaha lokal, penguatan kapasitas UMKM, akses pembiayaan, serta pengembangan ekosistem industri parfum dari hulu hingga hilir.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan pelatihan bagi pelaku industri parfum yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh sebagai implementasi awal program.

Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis dapat mempercepat terwujudnya identitas kota sebagai pusat industri parfum nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru secara berkelanjutan bagi masyarakat. []



Posting Komentar

0 Komentar