"Kami ingin memastikan sarana pendidikan kembali bersih dan layak digunakan. Fokus utama adalah membersihkan sisa lumpur agar lingkungan sekolah kembali sehat," ujar M. Nasir di sela-sela kegiatannya.
Kemudian Sekda Aceh, M. Nasir juga menyisir sejumlah sarana publik lainnya yang mengalami kerusakan pascabencana. Peninjauan ini dilakukan untuk mendata kerusakan infrastruktur guna langkah perbaikan lebih lanjut.
Meski beberapa sekolah sempat terdampak cukup parah oleh genangan air dan lumpur, Pemerintah Aceh memastikan hal tersebut tidak akan menghambat hak belajar siswa.
M. Nasir menegaskan bahwa proses belajar mengajar (PBM) di wilayah terdampak banjir Aceh Tamiang akan tetap berjalan sesuai jadwal. Format pelaksanaan PBM disesuaikankan dengan kondisi masing-masing wilayah.
"Kami memastikan bahwa proses belajar mengajar ini akan tetap berlanjut mulai besok, Senin, 5 Januari 2026 dengan format yang disesuaikan, " kata M. Nasir.
Menurutnya, kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Aceh dalam menangani dampak bencana, guna menjamin pelayanan publik dan aktivitas pendidikan tidak lumpuh terlalu lama pascabanjir.

0 Komentar